Baru saja membaca ulang tulisan-tulisan di blog dan tumblr lama. Sayang sekali, mereka gakbisa dibuka lagi. Tapi, setelah membaca ulang, aku iri dan kaget.
Ternyata dulu sepercaya diri itu, ya..
Haha tua itu rumit, tidak menyenangkan! Dulu sepercaya diri itu untuk share yang dirasakan, tanpa pikir panjang, sampai-sampai isi chat yang.. Aah, sudahlah. Hahaha.
Umurku sudah 21tahun 16hari tepatnya. Ayah, Ibu dan Adikku juga semakin bertambah umur. Teman-teman yang menemani saya di tulisan-tulisan sebelumnya pun mereka semakin dewasa.
Ada banyak yang ingin dibagi..
Akhir-akhir ini sedang benar-benar merasa bersyukur, karena selalu dikelilingi semua yang baik. Meskipun, ada saja sesuatu yang tetap dikhawatirkan. Iya, adikku semakin besar.
Aku benar-benar sedang belajar dari cara mendidik orang tuaku. Entah bahasan ini terlalu tuak atau apapun, yang jelas, aku khawatir..
Cara mendidik Ayah Ibuku sedari dulu; tidak pernah mengizinkan ataupun melarang anak-anaknya.
Dari rules ini aku benar-benar belajar banyak tentang mengambil keputusan dibarengi dengan tanggung jawab.
Aku benar-benar menentukan sendiri jam malamku. Menentukan sendiri pilihanku, misalnya; untuk mulai belajar mengenal agama lebih dalam, padahal saat itu ibuku belum belajar berjilbab. Yah, banyak sebenarnya. Ayahku selalu bilang, yang penting harus selalu mengabari.
Rules ini benar-benar membuat aku terbuka dengan Ayah-Ibuku, karena aku selalu mengkomunikasikan apapun, biar mereka tahu aku baik-baik saja diluar sana dengan lingkungan teman-temanku.
Setiap anak pasti memiliki pemahaman dan penerapan yang berbeda atas apa yang dia terima. Aku benar-benar khawatir.
Adikku sedang melalui fase remaja. Sedang sulit-sulitnya berkomunikasi dengan keluarga dan sedang meraba-raba dunia luar.
Aku dan teman-temanku pun pernah ada dimasa itu, tapi setelah mulai bertambah umur (re:tua) semakin bisa memilah-milah hitam dan putih.
Aku takut tidak bisa menjadi contoh yang baik untuk adikku. Takut tidak bisa mengarahkan ke jalan yang lebih baik.
Aku Takut.
Ternyata dulu sepercaya diri itu, ya..
Haha tua itu rumit, tidak menyenangkan! Dulu sepercaya diri itu untuk share yang dirasakan, tanpa pikir panjang, sampai-sampai isi chat yang.. Aah, sudahlah. Hahaha.
Umurku sudah 21tahun 16hari tepatnya. Ayah, Ibu dan Adikku juga semakin bertambah umur. Teman-teman yang menemani saya di tulisan-tulisan sebelumnya pun mereka semakin dewasa.
Ada banyak yang ingin dibagi..
Akhir-akhir ini sedang benar-benar merasa bersyukur, karena selalu dikelilingi semua yang baik. Meskipun, ada saja sesuatu yang tetap dikhawatirkan. Iya, adikku semakin besar.
Aku benar-benar sedang belajar dari cara mendidik orang tuaku. Entah bahasan ini terlalu tuak atau apapun, yang jelas, aku khawatir..
Cara mendidik Ayah Ibuku sedari dulu; tidak pernah mengizinkan ataupun melarang anak-anaknya.
Dari rules ini aku benar-benar belajar banyak tentang mengambil keputusan dibarengi dengan tanggung jawab.
Aku benar-benar menentukan sendiri jam malamku. Menentukan sendiri pilihanku, misalnya; untuk mulai belajar mengenal agama lebih dalam, padahal saat itu ibuku belum belajar berjilbab. Yah, banyak sebenarnya. Ayahku selalu bilang, yang penting harus selalu mengabari.
Rules ini benar-benar membuat aku terbuka dengan Ayah-Ibuku, karena aku selalu mengkomunikasikan apapun, biar mereka tahu aku baik-baik saja diluar sana dengan lingkungan teman-temanku.
Setiap anak pasti memiliki pemahaman dan penerapan yang berbeda atas apa yang dia terima. Aku benar-benar khawatir.
Adikku sedang melalui fase remaja. Sedang sulit-sulitnya berkomunikasi dengan keluarga dan sedang meraba-raba dunia luar.
Aku dan teman-temanku pun pernah ada dimasa itu, tapi setelah mulai bertambah umur (re:tua) semakin bisa memilah-milah hitam dan putih.
Aku takut tidak bisa menjadi contoh yang baik untuk adikku. Takut tidak bisa mengarahkan ke jalan yang lebih baik.
Aku Takut.
Yah, aku berharap Adikku segera melewati fase ini dan mulai berpikir ke arah yang lebih jauh.
Doakan, ya.
Comments
Post a Comment