Terimakasih.


Sebuah karya yg ia buat beberapa bulan lalu. Tiba-tiba ia kirimkan saat aku merasa---tidak cukup baik. Entahlah, entah apa maksudnya.
Apa ia paham--saat aku yang sulit sekali utk terbuka dgn manusia?
Apa ia mengerti--untuk percaya pada manusia itu sulit?

Banyak sekali pertanyaan setelah ia mengirim karya itu.
Seakan-akan paham,
Seakan-akan mengerti,
Seakan-akan tahu aku--yang sulit ini- sedang butuh lawan bicara.
Atau sebenarnya, kau yang sedang jatuh dan butuh dikuatkan?

Apapun itu, aku tetap ingin berterimakasih.
Terimakasih karena sudah mau peduli,
Terimakasih karena sudah mau berbagi,
Terimakasih karena sudah mau memahami,
Terimakasih karena sudah hadir,
Terimakasih.. Sedih.

Semoga kau selalu terlindungi.
Tapi, kau juga harus paham, kau bukan penyembuh yang tak bisa jatuh.
Kau tidak harus kuat tiap waktu.
Kau boleh lelah, kau itu manusia, tau?
Kau tidak lemah ketika sedang tidak baik-baik saja dan butuh bahu lain untuk bersandar.

Sekali lagi, terimakasih banyak..

Comments